Digitalisasi Perbankan

00-01

Dampak dari kemajuan teknologi mulai dirasakan seluruh sektor industri, penggunaan teknologi yang efektif akan meningkatkan produktivitas karyawan juga masyarakat luas sebagai konsumen. Seperti sebuah efek domino, pada akhirnya pemanfaatan teknologi akan menggerakan kemajuan ekonomi dan tentunya kemakmuran bangsa. Menurut Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo, digitalisasi ekonomi dapat memberikan nilai tambah hingga 150 miliar dollar AS terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga tahun 2025.

Saatnya Mengubah Pandangan
Indonesia sebagai negara berkembang memiliki potensi sangat besar untuk mengembangkan ekonomi digital. Jumlah sumber daya manusia yang banyak, kreatifitas yang tiada habisnya, dan pola konsumtif disertai mobilitas yang tinggi dari masyarakat Indonesia mendorong semakin berkembangnya ekonomi digital. Permasalahan yang dihadapi sekarang adalah kurangnya edukasi di beberapa daerah yang belum tersentuh teknologi digital secara sempurna dan juga koneksi internet yang belum stabil tidak seperti negara-negara maju.
Digitalisasi ini mulai menyentuh industri finansial, kehadiran berbagai startup layanan keuangan seperti Financial Technology (Fintech) menjadi primadona di kalangan masyarakat urban. Cashless, praktis dan mudah menjadi konsep utama yang ditawarkan industri ini. Selain Fintech, Bank sebagai industri keuangan paling awal sudah seharusnya melirik pemanfaatan teknologi digital guna meningkatkan performa dan memperluas pasar.
Sekarang ini bank berlomba-lomba dalam memberikan pelayanan terbaik melalui pemanfaatan teknologi digital kepada para nasabahnya. Beberapa layanan digital banking bagi nasabah sudah dikembangkan seperti Internet Banking, Mobile Banking, SMS Banking dan Phone Banking.
Menurut Direktur Utama Bank Mandiri (Persero) Tbk ada 3 manfaat bagi bank dalam menerapkan digital perbankan. Pertama, sistem pembayaran dimana nasabah memperoleh akses yang lebih cepat dan mudah daripada harus datang ke kantor cabang. Kedua, biaya perbankan yang lebih efisien dimana Bank akan beralih ke low cost channel (kanal yang lebih murah). Ketiga, yakni new market (pasar yang baru) memanfaatkan data transaksi payment (pembayaran) melalui data analytics, untuk cross selling loan product.

Kekhawatiran akan Digitalisasi Perbankan
Kemajuan teknologi digital di industri perbankan sedikitnya memberikan kehawatiran bagi para karyawan karena pekerjaan yang awalnya dilakukan secara konvensional oleh manusia lambat laun akan digantikan oleh teknologi. Contohnya, keberadaan teller dapat diganti oleh mobile banking dimana fungsi mobile banking sekarang ini dapat melakukan hampir seluruh aktivitas perbankan seperti transfer, tarik tunai, mutasi rekening, balance inquiry, pembayaran berbagai macam tagihan bahkan beberapa Bank sudah menerapkan sistem baru dimana nasabah dapat membuat rekening secara online.
Solusi dari kekhawatiran tersebut adalah peningjatan skill bagi karyawan bank, hal ini dilakukan agar keberadaan manusia sebagai pekerja dalam sebuah perusahaan agar tidak tergantikan sepenuhnya oleh teknologi. Teknologi itu diciptakan, dioperasikan dan digunakan oleh manusia, maka keberadaannya tidak harus menggantikan 100% fungsi manusia dalam aktivitas sehari-hari. Buatlah teknologi sebagai sebuah alat atau fasilitas yang diciptakan untuk mempermudah aktivitas manusia, bukan alat yang digunakan untuk menggantikan keberadaan manusia.

Pemanfaatan teknologi digital dalam dunia perbankan sudah menjadi keharusan. Bank harus lebih peka dan sadar kebutuhan dari masyarakat akan hal yang serba praktis dan modern, selain itu mengaplikasikan teknologi digital akan memberikan keuntungan juga bagi pihak Bank dan tentunya dapat memperluas target pasar konsumen.

Sumber:
https://ekonomi.kompas.com/read/2017/08/09/130000426/digitalisasi-ekonomi-bisa-sumbang-10-persen-ke-perekonomian-indonesia
https://ekonomi.kompas.com/read/2017/09/19/173340226/bagi-perbankan-digitalisasi-adalah-keharusan